Pemprov DKI Akan Latih 5.000 UKM

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berjanji akan membina dan melatih sekurangnya 5.000 usaha kecil dan menengah (UKM) dalam waktu enam pulan pertama 2011.

"Ditargetkan, dalam satu semester itu, sebanyak 5.000 UKM yang memiliki SDM telah dibina dan memperoleh ketiga jenis keterampilan," kata Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) DKI Jakarta Reynalda Madjid di Jakarta, Senin (31/1).

Ketiga jenis pelatihan tersebut menitikberatkaii pada peningkatan kemampuan manajerial dan keterampilan sumber daya manusia (SDM) para pengusaha UKM. Tiga jenis keterampilan yang akan diberikan Dinas KUMKMP DKI itu adalah pelatihan pengemasan produk, pelatihan ekspor UKM,
serta pelatihan pemasaran beserta promosi produk melalui teknik hubungan masyarakat yang tepat dan baik. Ketiga keterampilan itu akan disampaikan sejak Januari hingga Juni 2011.

Pada semester kedua, kata Reynalda, keterampilan tersebut sudah bisa diimplementasikan di lapangan. Melalui keterampilan yang diberikan, nantinya para pelaku UKM diharapkan dapat membuat kemasan yang menarik, higienis, ramah lingkungan, dan mendukung kesehatan konsumen. Selain itu, mereka juga harus bisa memasarkan sendiri hingga ke luar negeri.

Untuk melakukan ekspor, pihak Dinas KUMKMP telah memfasilitasi dan menyiapkan negara-negara yang menjadi tujuan ekspor seperti

Tiongkok dan sejumlah negara di kawasan Eropa Timur. "Karena banyak dari UKM ini tadinya berjualan di pinggir jalan, kemudian kami masukkan ke pasar-pasar tradisional maupun swasta. Lalu, kami latih dan bina agar mampu mengekspor produknya ke luar negeri. Sehingga mampu berkembang lebih besar menjadi pengusaha mandiri yang mampu membina pengusaha UKM lainnya," tandasnya.

Menurut Reynalda, tahun ini Pemprov DKI Jakarta lebih menitikberatkan pada pembinaan sektor UKM di bidang SDM. "Kami akan siapkan SDM-nya. Tujuannya, agar UKM mampu menjadi perusahaan yang mandiri dan mampu bersaing dengan perusahaan besar lainnya," kata dia. Sedangkan Kepala Dinas Tenaga

Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DKI Jakarta Deded Su-kendar menambahkan, keberadaan UKM tidak hanya mempunyai peranan penting dalam menstabilkan pertumbuhan ekonomi di Jakarta, melainkan juga turut berperan dalam mengurangi penangguran.

Data dari Disnakertrans DKI menyebutkan, sepanjang 2010, terdapat sekitar 229. 317 UKM. Sebanyak 228.842 UKM di antaranya merupakan binaan koperasi Dinas KUMKMP DKI Jakarta. Sisanya, 475 UKM tercatat sebagai binaan Balai Pengembangan Produktifitas Daerah (BPPD) Disnakertrans DKI Jakarta. "Hal itu menyebabkan meningkatnya angka kesempatan kerja di Jakarta selama empat tahun terakhir ini. Sebab, keberadaan UKM baru mampu menyerap tenaga kerja antara 10 hingga 15 orang per satu UKM," kata Deded.

Benahi Peraturan

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta Bidang KUKM Nafsi Burhan menyatakan dukungannya degan rencana Pemprov DKI tersebut Namun dia mengingatkan agar Pemprov DKI juga memerhatikan masih banyaknya peraturan perundang-undangan yang masih tumpang tindih hingga justu makin melemahkan keberadaan para KUKM. "Contohnya pemberlakuan bea masuk 0% bagi bahari baku impor, lalu dikemanakan nasib UKM kita yang memproduksi dengan bahan baku lokal," kata Nafej kepada Investor Daily, kemarin.

Menurut Nafsi, setidaknya ada empat persoalan yang masih mem-belenggu kaum UKM. Yaitu, lemahnya S DM, minimnya modal, seringnya penggusuran tempat usaha UKM, maupun banyaknya peraturan yang tumpang tindih.


Sumber = Investor Daily Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar