Kerukunan Usaha Kecil dan Menengah Indonesia (KU KMI) meluncurkan program perkuatan permodalan untuk anggotanya. Ini dilakukan melalui kerja sama dengan perbankan, yang juga memiliki program khusus untuk usaha mikro, kecil, dan mene ngah (UMKM).
"Agenda utama KUKMI pada 2011 adalah bagaimana agar bisa menyerap dana-dana pemerintah dan perbankan guna membantu UMKM. Harus ada upaya konkret, terutama untuk pelaku UMKM anggota KU KMI di seluruh Indonesia," kata Ketua Umum KUKMI Azwir Dainy Tara, usai penandatangan sejumlah kesepakatan antara KUKMI dan pelaku usaha, sekaligus acara pemberian bantuan terhadap usaha kecil, di Ja-karta, Jumat (28/1).
Azwir mengatakan, selain mengupayakan dana bantuan melalui perbankan dan program sektor UMKM, KUKMI juga memberikan bantuan pembinaan dan pendampingan bagi UMKM. di antaranya melalui pelatihan manajemen dan bisnis oleh pakar berpengalaman, termasuk perbankan.
"Apalagi dalam situasi persaingan yang ketat seperti sekarang, UMKM harus terus mendapat pembinaan agar bisa lebih berkembang dan mampu menghadapi persaingan. Ini termasuk masalah produk asing yang kian merajalela di pasar dalam negeri," katanya.
Menurut Azwir, para pelaku UMKM tidak akan mengkhawatirkan produk impor jika senantiasa me-ningkatkan produktivitas dan daya saing. Selain permodalan, dukungan pembinaan tentang manajemen yang baik juga akan menunjang dalam pengembangan bisnis UMKM.
Sementara itu, Ketua DPD KUKMI DKI Jakarta periode 2010-2015 HR Unggul Hendrobroto mengatakan, KUKMI DKI Jakarta membawa misi mengatasi kemiskinan melalui pemberdayaan sektor UM KM. Kebijakan ini diambil mengingat sektor UMKM merupakan salah satu pilar dalam mengentaskan kemiskinan.
"Dalam kepengurusan baru, pihak KUKMI DKI Jakarta membawa visi memutus rantai kemiskinan melalui UMKM," katanya
Dalam pencapaiannya itu dilakukan pemantapansemangat berusaha, meski di tengah situasi kian derasnya produk asing. Karena itu, semangat berusaha pelaku UMKM tidak boleh menurun dan perlu terus dipompa melalui berbagai pelatihan dan pemberdayaan.
"Sektor UMKM perlu mendapat fasilitas, baik terkait pembiayaan maupun berbagai pelatihan untuk pengembangan usaha, sekaligus menumbuhkan sikap dan mental untuk terus meningkatkan daya saing produknya," tuturnya
Menurut Unggul, keberhasilan dajam pengembangan bisnis pelaku UM KM akan membantu gerak dan laju perekonomian nasional. "Karena itu, sektor UMKM harus selalu bersikap optimistis dalam menghadapi persaingan," ujarnya
Sumber = Suara Karya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar