Sektor Industri Kecil dan Menengah (IKM) membutuhkan banyak Tenaga Penyuluh Lapangan (TPL) yang bertugas melalaikan penyuluhan dan pendampingan untuk meningkatkan mutu dan kualitas produk yang dihasilkan IKM di Indonesia.
Untuk memenuhi kebutuhan SDM tersebut, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah merekrut 475 TPL-IKM yang akan disebar untuk melakukan penyuluhan dan pendampingan di enam sentra IKM.
"Pelaksanaan program TPL-IKM ini diharapkan bisa mendorong perekonomian daerah, terutama untuk membangun industri pengolahan mulai dari skala kecil hingga menengah," kata Sekretaris Jenderal Kemenperin Ansari Bukhari, pada acara penandatangan kontrak antara Direktorat Jenderal IKM Kemenperin dengan TPL yang telah mendapatkan program beasiswa dari Kemenperin, di Jakarta, baru-baru ini.
Menurut Ansari, dari total 475 TPL-IKM yang direkrut melalui program beasiswa Kemenperin tersebut, nantinya akan disebar ke seluruh wilayah Indonesia. "Jika dilihat dari penyebaran TPL untuk IKM ini, 24 persen di Jawa dan 76 persen untuk luar Jawa. Dalam proses belajarnya, TPL-IKM sudah mendapatkan proses pembelajaran sejak bangku kuliah, baik menyangkut teori maupun praktik di bidang industri. Para TPL untuk IKM ini nantinya juga diharapkan bisa menjadi wirausaha baru," kata Ansari.
Dia menambahkan, para TPL-IKM tersebut diharapkan bisa menjadi ujung tombak dalam memajukan sektor IKM di seluruh Indonesia. Selain 475 TPL-IKM yang akan disebar ke enam sentra IKM yang ada di seluruh Indonesia, Kemenperin juga terus menjaring calon TPL-IKM lainnya. "Jumlah calon TPL sejak angkatan tahun 2007-2010 tercatat sebanyak 1.376 orang," tukasnya.
Hal senada juga dikemukan Direktur Jenderal IKM Kemenperin Euis Saedah yang menjelaskan bahwa para TPL-IKM itu akan dikontrak selama dua tahun dan bertugas memberikan konsultasi dan pendampingan pada pelaku-pelaku IKM di daerah.
Sumber = Sinar Harapan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar