Gagalnya panen rumput laut di Wakatobi, terutama di Desa liya Raya Kecamatan Wangiwangi Selatan (Wangsel), selain merupakan pukulan berat bagi kalangan petani di daerah ini, juga banyak petani resah karena tidak adanya mata pencaharian lainnya.
Untuk itu diminta kepada pihak yang berkompeten agar dapat mencarikan solusi, terutama pengadaan bibit rumput laut Demikian dikatakan salah seorang petani rumput laut asal Desa Liya Bahari Wakatobi Provinsi Sulawesi Tenggara ISultra), La Rudi, ketikadihubungi Harian Pelita di Desa Liya Bahari, pada Selasa (16/10).
Menurut La Rudi, gagalnya panen rumput laut di daerah tni selain sudah berlangsung selama 6 bulan terakhir ini, juga banyak petani menjadi resah. Karena itu, masyarakat petani meminta kepada pemerintah setempat untuk mengadakan bibit yang unggul. Selain itu, kalangan petani juga berharap agar Pemerintah dapat menertibkan kalangan "tengkulak* pembeli rumput laut dibawa standar harga, tuturnya.
Hal ini dimaksudkan, kata La Rudi, untuk sementara kalangan petani terpaksa beralih menanam ubi kayu atau singkong di kebun. Artinya kalau sebelumnya hasil panen kita lumayan dan harga rumput laut seharga Rp8.000/kg, namun saat ini, menurun tajam menjadi hanya RpS.OOO per kg saja.
Senada dengan itu La Herman juga petani rumput laut, menjelaskan gagalnya panen rumput laut di Wakatobi, selain kita kesulitan mencan bibit juga harga bibit menjadi mahal Untuk itu diminta kepada Pemkab Wakatobi, agar bisa membantu.
"Gagal rumput laut di Wakatobi, bukan saja karena harganya turun drastis, melainkan kita kesulitan mencan bibit Hal ini dimaksudkan rumput laut yang ditanam warga menjadi meng-kerut Untuk itu kami minta kepada pihak Perikanan Wakatobi untuk mencari tahu apa penyebab sehingga rumput laut itu menjadi mengkurut" terangnya.
Lebih jauh Herman mengungkapkan, keriaan seperti ini sebelumnyajuga pernah terjadi 3 tahun lalu, namun karena sigapnya petugas PPL akhirnya bisa tuntas masalahnya. Namun celakanya meskipun sudah berlangsung vlama 6 bulan lamanya, menurunnya hasil panen rumput laut tidak pernah didatangi lagi pihak perikanan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar